Kenangan

Debur ombak malam ini begitu merdu, dengan langkah-langkah ritmis ia menghidupkan kembali ingatanku, beberapa tahun lalu, di sini bersamamu. Langit cerah dan bebintangan nampak indah, meski rembulan belum juga menampakkan wajah. Di pantai ini dulu kita mengakhiri perjalanan berkeliling negeri hijau ini, pantai Hammamet yang terkenang. Kekasih, kafe Sidi Bou Hadid tepi pantai jadi saksi, […]

Lanjutkan membaca →

Hujan

Langit kota Desouk begitu cerah, gemerlap lampu yang memantul indah di pelataran Nil yang basah, semakin mempersyahdu secangkir kopiku malam ini. Seperti biasa, tiap mengunjungi kota yang terletak 80 km sebelah timur Iskandariah ini, aku selalu punya waktu menyendiri di warung kopi pinggir jalan langganan, Kafr El-Sheikh yang temaram. Terlihat perahu-perahu kecil dan sedang saling […]

Lanjutkan membaca →

Perihal Selamat Natal

Kehadiran media sosial di tengah-tengah kita semakin membuat masyarakat menjadi reaksioner sekaligus pelupa terhadap setiap fenomena-fenomena yang bertebaran setiap harinya. Hari ini riuh soal “papa minta saham”, besok sudah lupa dengan itu semua, berganti topik perkara prostitusi online misalnya, dan begitu seterusnya. Ada beberapa fenomena yang menjadi perdebatan tahununan nan menggelikan, seperti perihal ucapan selamat […]

Lanjutkan membaca →

Berdamai dengan Mantan

Saya tiba-tiba ingat percakapan beberapa bulan lalu, tepat di hari perdamaian dunia: “Cak, bagi sampean, arti perdamaian itu apa?” “Tumben kamu nanya begituan?” Pancing saya. “Ya pumpung sekarang hari perdamaian Cak, mari kita rayakan, biar kekinian.” Sebelum meladeninya lebih lanjut, saya seruput terlebih dahulu kopi Aroma robusta –kiriman teman dari Bandung tempo hari— yang masih […]

Lanjutkan membaca →

Dua Asu

Di jalan kecil menuju kuburan Ayah di atas bukit saya berpapasan dengan anjing besar yang melaju dari arah yang saya tuju. Matanya merah; tatapannya yang kidal membuat saya mundur beberapa jengkal. Gawat. Sebulan terakhir ini sudah banyak orang menjadi korban gigit anjing gila. Mereka diserang demam berkepanjangan, bahkan ada yang sampai kesurupan. Di saat yang […]

Lanjutkan membaca →

Muhammadiyah dan Kebangkitan Islam di Indonesia dalam Kacamata Gus Dur

Dalam pandangan Gus Dur, ada satu komponen penting yang harus diidentifikasi terlebih dahulu sebelum kita mulai menimbang sampai di mana Muhammadiyah menjadi bagian dari kebangkitan Islam di negeri ini?.

Komponen tersebut adalah posisi atau –dalam istilah Gus Dur— tempat Muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan di lingkungan bangsa Indonesia. Dari situ kita bisa mendapati kekuatan dan kelemahan Muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan. Setelah itu barulah kita merumuskan peran Muhammadiyah dalam proses kebangkitan Islam di Indonesia.

Lanjutkan membaca →